9. SHOLAWAT AL HIMAYAH (TOLAK BALA)

ﺍﻟﻠﻬُﻢ ﺻَﻞ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَﺪٍ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺍﻻﻣﻲ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪٖ ﻭَﺻَﺤْﺒﻪٖ ﻭَﺳَﻠﻢْ ﺻَﻼَﺓً ﻭَﺃَﻥْ ﺗَﻐْﻔﺮَﻟﻲْ ﺑﻬَﺎ ﻭَﻟﻮﺍَﻟﺪَﻱ ﻭَﺍﻟْﻤُﺆْﻣﻨﻴْﻦَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺆْﻣﻨَﺎﺕ ﻭَﺍﻟْﻤُﺴْﻠﻤﻴْﻦَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺴْﻠﻤَﺎﺕ ﺍﻻﺣْﻴَﺎﺀ ﻣﻨْﻬُﻢْ ﻭَﺍﻻﻣْﻮﺍَﺕ ﺍَﻳْﻦَ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮْﺍ ﻓﻲْ ﺟَﻤﻴْﻊِ ﺍﻟْﺠﻬَﺎﺩِ ﻭَﺍﻟْﺒﻼَﺩِ ﻭَﺍَﺻْﻠﺢْ ﺑﻬَﺎﺍﻻﻣَﺎﻡَ ﻭَﺍﻻُﻣَّﺔََ ﻭَﺍﻟﺮَّﻋِﻴَّﺔََ ﻭَﺍَﻟﻒْ ﺑَﻴْﻦَ ﻗُﻠُﻮْﺑِﻬِﻢْ ﻭَﺍﺩْﻓَﻊْ ﺷَﺮَّ ﺑَﻌْﻀِﻬِﻢْ ﻋَﻦْ ﺑَﻌْﺾٍ ﻭَﻣِﻤَّﺎ ﻧَﺨَﺎﻑُ ﻭَﻧَﺤْﺬَﺭُ .

Allahumma shalli 'alaa sayidinaa Muhammadin nabiyyil ummi wa 'alaa alihi wa shahbihi wa sallim shalatan wa an taghfiralii biha waliwalidayyaa wal mu'minina wal mu'minat wal muslimina wal muslimat al-ahya’i minhum wal amwaat aynamaa kaanuu fii jamii'il jihadi wal bilad, wa ashlih bihaa al imaama wal ummata war ra'iya war ra'iyyata wa allif bayna qulubihim wadfa' syarra ba'dlihim 'an badl wa mim ma nakhaafu wa nahdzaru.

Artinya : Ya Allah limpahkan shalawat kepada Nabi Muhammad, nabi yang ummi, dan keluarganya serta para sahabatnya kesejahteraannya dengan Shalawat ini Engkau Mengampuni dosa-dosa kami, dosa orang tua kami, dosa orang-orang yang beragama Islam, laki-laki dan perempuan, dan orang mukmin, laki-laki dan perempuan yang masih hidup maupun yang telah mati dan memperbaiki kepada ulama dan umat serta pemimpin dan rakyat, dan satukanlah hati-hati mereka, dan menjauhi segala keburukan diantara mereka dan dari segala yang kami takuti dan kami khawatirkan.

Keterangan :
Shalawat ini merupakan amalan para Wali Abdal, Autad dan Aqthab.
Shalawat ini mempunyai banyak faedah, manfaat dan khasiatnya serta keajaiban yang tidak bisa dihitung dan tak terbatas. Diantara keuntungan itu adalah Allah SWT akan melimpahkan maghfirah-ampunan dan memperbaiki, melindungi, mendapatkan perlindungan, keamanan, penjagaan dari segala fitnah serta kesulitan yang keluar dari dalam bumi maupun turun dari langit, perlindungan dari segala keburukan seperti penyakit dan akibat dari perbuatan buruk yang mengenai fisik dan jiwa, juga mendapatkan keselamatan dari segala urusan lahir dan batin di dalam urusan agama, dunia dan akhirat. Boleh dibaca kapan saja, sebanyak sekali, tiga kali atau tujuh kali, boleh setiap sehabis sholat, setiap pagi dan malam, atau setiap hari.
============================
Dari Ro'is 'Aam Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh, KH. al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Ba'Alawy.

0 komentar:

Posting Komentar