Kata-kata ”Ziarah Kubur” sangat kita kenal. Begitu terkenalnya, sehingga kata ”Ziarah” saja sudah langsung diasosiasikan dengan ziarah kubur, padahal ziarah itu artinya luas, bukan hanya ziarah kubur.
Terlepas dari makna ziarah yang dalam penggunaannya menjadi menyempit itu, ziarah kubur memang sesuatu yang sangat familiar di telinga kita. Banyak orang yang melakukannya karena tradisi sehingga tidak mengetahui atau tidak menyadari tujuan dan hikmah ziarah kubur. Ada juga yang melakukannya karena suatu alasan duniawi. Tetapi tak sedikit pula orang yang berziarah berdasarkan pemahamannya tentang ajaran agama.
Berziarah ke makam merupakan perbuatan baik yang sudah berakar kuat dikalangan umat Islam. Meskipun muncul kritik yang mencurigai praktek semacam itu dapat menodai tauhid, tetapi dalam faktanya kegiatan mengunjungi makam-makam tidak pernah pudar sama sekali bahkan cenderung makin ramai terutama setelah terbukti makin zohir karamahnya makam yang diziarahi itu.
Bukan hanya sebagai tradisi, bahkan ziarah kubur merupakan kebiasaan yang dianjurkan agama. Karena ziarah kubur bisa menggugah dan mengingatkan pelakunya akan akhirat. Bahwa pada saatnya nanti ia juga akan berada di tempat yang sama, yaitu di alam kubur. ”Setiap jiwa pasti akan mati” begitu penggalan ayat Al-Qur’an.
Dalam kebiasaan umat Islam Indonesia, ziarah tidak hanya dilakukan pada orang tua dan moyangnya, tetapi juga pada ulama, orang shaleh, dan orang-orang yang patut diteladani. Kunjungan ziarah kubur ini bahkan menjadi tradisi rutin tahunan melalui misi wisata ziarah ke Walisongo, bahkan juga ke makam Nabi Muhammad dan para Nabi sebelumnya serta para sahabat Nabi serta para Aulia di beberapa negara.
Ada beragam motivasi dan tujuan yang melatarbelakangi kedatangan para penziarah ke makam para wali, di antaranya; para penziarah tersebut mengharapkan berkah dari kunjungan dan berdoa kepada Allah di makam para wali, yang memang diyakini mempunyai karรขmah tertentu. Ada pula yang datang dengan tujuan keduniaan, seperti: harapan bahwa dengan kunjungan dan banyak berdoa kepada Allah di tempat tersebut, para penziarah akan memperoleh kenaikan pangkat, tambahan rezeki, usia yang panjang, jodoh yang baik dan sebagainya.
Dalam hal ini, al-Habรฎb Ahmad Ibn Hasan Ibn Abdullah al-Attรขs berkata :
ุงุฐุง ุถุงูุช ุนูููู ุงูุงู ูุฑ ูุนูููู ุจุฃูู ุงููุจูุฑ
Inilah salah satu makna yang terkandung dalam firman Allah, surat al-Mรขidah ayat 35 :
َูุง ุฃََُّููุง ุงَّูุฐَِูู ุขَู َُููุง ุงุชَُّููุง ุงََّููู َูุงุจْุชَุบُูุง ุฅَِِْููู ุงَْููุณَِููุฉَ
Menziarahi kubur para Nabi dan orang shalih merupakan wasรฎlah (perantara) mendekatkan diri kita kepada Allah, untuk kemudian Allah kabulkan segala hajat kita.
Tak seorangpun dapat menyangkal dan menentang bahwa ziarah kubur merupakan hal yang disyariatkan di dalam Islam. Namun demikian, masih saja terdapat kelompok orang yang menentang ziarah kubur dengan berbagai dalih dan alasan yang tentunya kurang ilmiyah dan sangat emosional.
Dari pandangan ini, maka sebenarnya orang yang berziarah ke makam para wali tidak hanya berkesempatan untuk bertawasul kepada para awliya dan shalihin, akan tetapi juga berkesempatan untuk mengobati hatinya sehingga pada akhirnya akan lebih taat kepada Allah.
Disamping pertimbangan di atas hadits Nabi yang menjelaskan tentang dianjurkannya ziarah kubur sangat banyak dan dikeluarkan oleh banyak perawi, sehingga tingkat kemakbulannya tidak dapat diragukan lagi.
Doa Sebelum Berangkat Ziarah
Sebelum berangkat ziarah, sebaiknya berdoa terlebih dahulu dengan membaca :
1. Membaca surat al-Fatihah dengan niat Allah Taala memberikan sehat afiat dan keselamatan serta rasa aman selama dalam perjalanan baik pergi dan kembalinya, terkabulnya segala hajat, dimudahkan segala urusan, dijauhkan dari berbagai macam mushibah dan penyakit:
ุงุนูุฐ ุจุงููู ู ู ุงูุดูุทุงู ุงูุฑุฌูู . ุจِุณْู ِ ุงَِّููู ุงูุฑَّุญْู َِู ุงูุฑَّุญِูู ِ . ุงْูุญَู ْุฏُ َِِّููู ุฑَุจِّ ุงْูุนَุงَูู َِูู . ุงูุฑَّุญْู َِู ุงูุฑَّุญِูู ِ . ู َุงِِูู َْููู ِ ุงูุฏِِّูู . ุฅَِّูุงَู َูุนْุจُุฏُ َูุฅَِّูุงَู َูุณْุชَุนُِْูู . ุงِْูุฏَِูุง ุงูุตِّุฑَุงุทَ ุงْูู ُุณْุชَِْููู َ . ุตِุฑَุงุทَ ุงَّูุฐَِูู ุฃَْูุนَู ْุชَ ุนََِْูููู ْ ุบَْูุฑِ ุงْูู َุบْุถُูุจِ ุนََِْูููู ْ ََููุง ุงูุถَّุงَِّْููู .
2. Membaca ayat Kursiy satu kali
ุงَُّููู َูุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง َُูู ุงْูุญَُّู ุงَُّْููููู ُ َูุง ุชَุฃْุฎُุฐُُู ุณَِูุฉٌ ََููุง َْููู ٌ َُูู ู َุง ِูู ุงูุณَّู َุงَูุงุชِ َูู َุง ِูู ุงْูุฃَุฑْุถِ ู َْู ุฐَุง ุงَّูุฐِู َูุดَْูุนُ ุนِْูุฏَُู ุฅَِّูุง ุจِุฅِุฐِِْูู َูุนَْูู ُ ู َุง ุจََْูู ุฃَْูุฏِِููู ْ َูู َุง ุฎََُْูููู ْ ََููุง ُูุญِูุทَُูู ุจِุดَْูุกٍ ู ِْู ุนِْูู ِِู ุฅَِّูุง ุจِู َุง ุดَุงุกَ َูุณِุนَ ُูุฑْุณُُِّูู ุงูุณَّู َุงَูุงุชِ َูุงْูุฃَุฑْุถَ ََููุง َูุฆُูุฏُُู ุญِْูุธُُูู َุง ََُููู ุงْูุนَُِّูู ุงْูุนَุธِูู ُ .
3. Membaca surat Quraisy satu kali
ุจุณู ุงููู ุงูุฑุญู ู ุงูุฑุญูู . ِูุฅَِููุงِู ُูุฑَْูุดٍ (1) ุฅَِููุงِِููู ْ ุฑِุญَْูุฉَ ุงูุดِّุชَุงุกِ َูุงูุตَِّْูู (2) ََْูููุนْุจُุฏُูุง ุฑَุจَّ َูุฐَุง ุงْูุจَْูุชِ (3) ุงَّูุฐِู ุฃَุทْุนَู َُูู ْ ู ِْู ุฌُูุนٍ َูุขَู ََُููู ْ ู ِْู ุฎٍَْูู (4) .
ุงََُّูููู َّ ุฅََِْููู ุชََูุฌَّْูุชُ، َูุจَِู ุงِุนْุชَุตَู ْุชُ، ุงََُّูููู َّ ุงِِْูููู ู َุง ุฃََูู َِّูู، َูู َุง َูู ْ ุฃَْูุชَู َّ َُูู . ุงَُّูููู َّ ุฒَِّูุฏِْูู ุงูุชََّْููู، َูุงุบِْูุฑْ ِูู ุฐَْูุจِْู.
Artinya : Ya Allah kepada-Mu aku menghadap, dengan-Mu aku berlindung. Ya Allah cukupilah diriku apa yang penting untukku dan sesuatu yang tidak aku butuhkan. Ya Allah berikanlah aku bekal Taqwa dan ampunilah dosaku.”
ุงَُّูููู َّ ุงِِّูู ุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ุฃَْู ุฃَุถَِّู ุฃَْู ุฃُุถََّู ุฃَْู ุฃَุฒَِّู ุฃَْู ุฃُุฒََّู ุฃَْู ุฃَุธِْูู َ ุฃَْู ุฃُุธَْูู َ ุฃَْู ุฃَุฌََْูู ุฃَْู ُูุฌََْูู ุนَََّูู .
Artinya : ”Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tersesat dan disesatkan, tergelincir dan digelincirkan, berbuat zhalim dan dizhalimi, berbuat bodoh dan dibodohkan dalam perjalanan.”
ุงَُّูููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุณْุฃََُูู ุจِุญَِّู ุงูุณَّุงุฆَِِููู ุนَََْููู َูุฃَุณْุฃََُูู ุจِุญَِّู ู َู ْุดَุงَู َูุฐَุง َูุฅِِّูู َูู ْ ุฃَุฎْุฑُุฌْ ุฃَุดَุฑًุง ََููุง ุจَุทَุฑًุง ََููุง ุฑَِูุงุกً ََููุง ุณُู ْุนَุฉً َูุฎَุฑَุฌْุชُ ุงุชَِّูุงุกَ ุณُุฎْุทَِู َูุงุจْุชِุบَุงุกَ ู َุฑْุถَุงุชَِู َูุฃَุณْุฃََُูู ุฃَْู ุชُุนِูุฐَِูู ู ِْู ุงَّููุงุฑِ َูุฃَْู ุชَุบِْูุฑَ ِูู ุฐُُููุจِู ุฅَُِّูู َูุง َูุบِْูุฑُ ุงูุฐُُّููุจَ ุฅَِّูุง ุฃَْูุชَ .
Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu dengan haq orang-orang yang meminta kepada-Mu dan aku meminta kepada-Mu dengan haq jalanku, sesungguhnya aku tidaklah keluar mengkufuri nikmat tidak pula sombong, tidak pula riya’, tidak pula sum’ah, dan aku keluar takut akan murka-Mu dan mengharapkan ridha-Mu, maka aku meminta kepada-Mu untuk melindungiku dari api neraka dan mengampuni dosa-dosaku sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.
Doa ketika naik kendaraan:
Doa ketika naik kendaraan:
ุณْู ِ ุงِููู ู َุฌْุฑََูุง َูู ُุฑْุณََูุง ุงَِّู ุฑَุจِّู َูุบَُْููุฑٌ ุฑَุญِْูู ٌ .
ุณُุจْุญَุงَู ุงَّูุฐِู ุณَุฎَّุฑَ ََููุง َูุฐَุง َูู َุง َُّููุง َُูู ู ُْูุฑَِِููู . َูุฅَِّูุง ุฅَูู ุฑَุจَِّูุง َูู َُِْูููุจَُูู .: ุงْูุญَู ْุฏُ َِِّููู . َูุงََُّููู ุฃَْูุจَุฑُ (ุซََูุงุซًุง)، ุงَُّูููู َّ َูุง ุฅََูู ุฅَّูุง ุฃَْูุชَ ุธََูู ْุชُ َْููุณِู َูุงุบِْูุฑْ ِูู، َูุฅَُِّูู َูุง َูุบِْูุฑُ ุงูุฐُُّููุจَ ุฅَّูุง ุฃَْูุชَ . ุงَُّูููู َّ ุฃَْูุชَ ุงูุตَّุงุญِุจُ ِูู ุงูุณََّูุฑِ , َูุงْูุฎََِْูููุฉُ ِูู ุงْูุฃَِْูู َูุงْูู َุงِู، ุงَُّูููู َّ ุฅِّูู ุฃَุนُูุฐُ ุจِู ู ِْู َูุนْุซَุงุกِ ุงูุณََّูุฑ ِ، ََููุขุจَุฉِ ุงْูู ََُْูููุจِ، َูุณُูุกِ ุงْูู َْูุธَุฑِ ِูู ุงْูุฃَِْูู َูุงْูู َุงِู .
Artinya:”Maha suci Allah yang telah menundukan kendaraan ini bagi kami, padahal kami tidak memiliki kekuatan yang berbanding. Dan sesungguhnya kepada Allah kami kembali. Segala puji bagi Allah dan Allah Maha Besar (3 kali) Ya Allah, tiada Tuhan selain Engkau. Ya Allah, Engkaulah Yang memberikan perlindungan dalam perjalanan, dan sebagai pemelihara keluarga, harta dan anak kami. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan dalam perjalanan, kejahatan kembali pulang dan buruknya penglihatan pada keluarga, harta dan anakku.”
Dzikir Dan Doa Ziarah Maqam Wali:
Pertama kali mengucapkan salam dalam keadaan berdiri:
Dzikir Dan Doa Ziarah Maqam Wali:
Pertama kali mengucapkan salam dalam keadaan berdiri:
ุงูุณَّูุงَู ُ ุนََُْูููู ْ ุฏَุงุฑَ َْููู ٍ ู ُุคْู َِِููู َูุฅَِّูุง ุฅِْู ุดَุงุกَ ุงَُّููู ุจُِูู ْ ูุงَุญَُِููู . ุงُูููู َّ ุงุฑْุญَู ُْูู ْ ุฑَุญْู َุฉَ ุงْูุฃَุจْุฑَุงุฑِ َูุฃَุนِْู ุฏَุฑَุฌَุชَُูู ْ ِูู ุฏَุงุฑِ ุงَْููุฑَุงุฑِ .
ุงูุณَّูุงَู ُ ุนََُْูููู ْ، َูุง ََِّููู ุงِููู: ( )
ุฅูุง ูุฏ ุฌุฆูุงูู ุฒุงุฆุฑูู، ูุนูู ู ูุงู ูู ูุงูููู، ูุจูุฑุงู ุชูู ุนูุฏ ุงููู ูู ุชูุณูุฑ ุฌู ูุน ุงู ูุฑูุง ู ุชูุณููู، ูุง ุชุฑุฏูุง ุฎุงุฆุจูู .
Kami datang menziarahi kalian dan di atas maqam kalian kami berdiri, dengan karamah kalian di sisi Allah kami bertawassul agar Allah taala memudahkan seluruh urusan kami, Ya Allah janganlah Kau Tolak hajat kami dalam keadaan kecewa.
ุงَُّูููู َّ ุฅَِّูุง َูุณْุฃََُูู ََููุชََูุฌَُّู ุฅََِْููู ุจَِูุจَِِّูู ู ُุญَู َّุฏٍ ุตََّูู ุงُููู ุนููู ูุณูู َูุจِِّู ุงูุฑَّุญْู َุฉِ ุฅَِّูุง ุชََูุฌَّْููุง ุจَِู ุฅَِูู ุฑَุจَِّูุง ِูู ุญَุงุฌَุชِูุง َูุฐِِู ِูุชُْูุถَู ََููุง ุงَُّูููู َّ َูุดَِّูุนُْู َِูููุง
Ya Allah kami meminta kepada Engkau dan kami menghadap kepada Engkau dengan bertawassul kepada Nabimu Nabi Muhammad Nabi yang penuh kasih sayang kami menghadap untuk bertawassul denganmu Ya Nabi kepada Allah pada hajat-hajat kami agar diterim, Ya Allah berikan kepada nabi Muhammad syafaat untuk kami.
Kemudian membaca Qashidah Ziarah dalam keadaan berdiri:
ุณูุงู ุงููู ูุง ุณุงุฏุฉ * ู ู ุงูุฑุญู ู ูุบุดุงูู
ุนุจุงุฏ ุงููู ุฌุฆูุงูู * ูุตุฏูุงูู ุทูุจูุงูู
ุชุนููููุง ุชุบูุซู ูุง * ุจูู ุชูู ูุฌุฏูุงูู
ูุงุญุจููุง ูุงุนุทููุง * ุนุทุงูุงูู ูุฏุงูุงูู
ููุง ุฎูุจุชู ูุง ุธูู * ูุญุงุดุงูู ูุญุงุดุงูู
ุณุนุฏูุง ุงุฐ ุงุชููุงูู * ููุฒูุง ุญูู ุฒุฑูุงูู
ูููู ูุง ูุงุดูุนูุง ูููุง * ุงูู ุงูุฑุญู ู ู ููุงูู
ุนุณู ُูุญุธู ุนุณู ูุนุทู * ู ุฒุงูุง ู ู ู ุฒุงูุงูู
ุนุณู ูุธุฑุฉ ุนุณู ุฑุญู ุฉ * ุชุบุดุงูุง ูุชุบุดุงูู
ุณูุงู ุงููู ุญّูุงูู * ู ุนูู ุงููู ุชุฑุนุงูู
ู ุตูู ุงููู ู ู ูุงูุง * ูุณูู ู ุง ุงุชููุงูู
ุนูู ุงูู ุฎุชุงุฑ ุดุงูุนููุง * ู ู ููุฐูุง ูุงّูุงูู
Kemudian duduk membaca surat yasin dan bertahlil dan berdoa :
ุฃَุณْุชَูุบِْููุฑُ ุงَููู ุงْูุนَูุธِْูู َ
ุจِุณْู ِ ุงِููู ุงูุฑَّุญْู َِู ุงูุฑَّุญِْูู ِ . ุงَْูุญَู ْุฏُ َِِّููู ุฑَุจِّ ุงْูุนَุงَูู َِْูู . ุญَู ْุฏًุง َُููุงِูู ِูุนَู َُู ََُูููุงِูุฆُ ู َูุฒِْูุฏَُู . َูุง ุฑَุจََّูุง ََูู ุงْูุญَู ْุฏُ َูู َุง َْููุจَุบِู ِูุฌَูุงَِู َูุฌَِْูู َูุนَุธِْูู ِ ุณُْูุทَุงَِูู . ุงََُّูููู َّ ุตَِّู ุนََูู ุณَِّูุฏَِูุง ู ُุญَู َّุฏٍ ุตَูุงَุฉً ุชَู َْูุฃُ ุฎَุฒَุงุฆَِู ุงِููู ُْููุฑًุง , َูุชَُُْููู ََููุง َِْูููู ُุคْู َِِْููู َูุฑَุฌًุง ََููุฑَุญًุง َูุณُุฑُْูุฑًุง , َูุนََูู ุขِِูู َูุตَุญْุจِِู َูุณَِّูู ْ ุชَุณِْْููู ًุง َูุซِْูุฑًุง . ุฑَุจََّูุง ุธََูู َْูุง ุฃَُْููุณََูุง َูุฅِْู َูู ْ ุชَุบِْูุฑْ ََููุง َูุชَุฑْุญَู َْูุง ََََُّูููููู ู َِู ุงْูุฎَุงุณِุฑَِูู.
ุงََُّูููู َّ ุงุฌْุนَْู َูุฃَْูุตِْู ู ِุซَْู ุซََูุงุจِ ู َุง َูุฑَุฃَْูุงُู ู َِู ุงُْููุฑْุฃَِู ุงْูุนَุธِْูู ِ , َูู َุง َََّْููููุงُู ู َِู ุงูุชَِّْْููููุงَุชِ , َูู َุง ุณَุจَّุญَْูุงُู ู َِู ุงูุชَّุณْุจِْูุญَุงุชِ , َูู َุง ุญَู َّุฏَْูุงُู ู َِู ุงูุชَّุญْู ِْูุฏَุงุชِ , َูู َุง َูุจَّุฑَْูุงُู ู َِู ุงูุชَّْูุจِْูุฑَุงุชِ , َูู َุง ุตَََّْูููุงُู ู َِู ุงูุตَََّููุงุชِ ุนََูู َูุจَِِّูู ู ُุญَู َّุฏٍ ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّููู َ ِูู َูุฐَุง ุงْูู َุฌِْูุณِ َูุฏَِّูุฉً ู َِّูุง َูุงุตَِูุฉً , َูุฑَุญْู َุฉً ู ِْู ู ََูุงِูุจِ َูุถَِْูู َูุงุฒَِูุฉً , َูุจَุฑََูุฉً ุดَุงู َِูุฉً , َُููุฏِّู َُูุง َُْูููุฏَِْููุง ุงَِูู ุญَุถْุฑَุฉِ ุงَّููุจِِّู ู ُุญَู َّุฏٍ ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّููู َ . ุซُู َّ ุงَِูู ุฃَุฑَْูุงุญِ ุขุจَุงุฆِِู َูุงِุฎَْูุงِِูู ู َِู ุงْูุฃَْูุจَِูุงุกِ َูุงْูู ُุฑْุณََِْููู َูุงِู ٍُّูู ู ُِْููู ْ َูุงูุตَّุญَุงุจَุฉِ ุฃَุฌْู َุนَِْูู َูุงูุชَّุงุจِุนَِْูู َُููู ْ ุจِุฅِุญْุณَุงٍู ุฅَِูู َْููู ِ ุงูุฏِِّْูู . ุซُู َّ ุงَِูู ุฃَุฑَْูุงุญِ ู َِู ุงุฌْุชَู َุนَْูุง ََُูููุง ุจِุณَุจَุจِِูู ْ َูุชَََْูููุง ุงُْููุฑْุขَู ุงْูุนَุธِْูู َ ََูู ู ِْู ุฃَุฌِِْููู ْ ุซُู َّ ุงَِูู ุฑُْูุญِ ุฎُุตَูุตًุง : (..............)
ุซُู َّ ุงَِูู ุฃَุฑَْูุงุญِ َูุงِูุฏَِْููุง َูุงُู ََّูุงุชَِูุง َูุฃََِْْููููุง َูู َุดَุงุฆِุฎَِูุง َูุฐَِูู ุงْูุญُُِْููู ุนَََْูููุง َูู َْู ุฃَุญْุณََู ูุงَْูุตَู ุจِุงْูุฎَْูุฑِ ุงََِْูููุง َูุฌَู ِْูุนِ ุงْูู ُุณِْูู َِْูู َูุงْูู ُุณِْูู َุงุชِ , َูุงْูู ُุคْู َِِْููู َูุงْูู ُุคْู َِูุงุชِ . ุงِุฌْุนَِู ุงَُّูููู َّ ุงูุซََّูุงุจَ ู ِุซَْู ุซََูุงุจِ ุฐَุงَِูู ู َِّูุง ุงَِِْูููู ْ . َูุงุฌْุนَُْูู ُْููุฑًุง َูุณْุนَู ََููุชََูุฃَْูุฃُ ุจََْูู ุฃَْูุฏِِْููู ْ . ุงََُّูููู َّ ุงุฌْุนَُْูู ุญِุฌَุงุจًุง َُููู ْ ู َِู ุงَّููุงุฑِ , َูุนِุชًْูุง َُููู ْ ู َِู ุงَّููุงุฑِ , ََِูููุงًูุง َُููู ْ ู َِู ุงَّููุงุฑِ ، ََููุฌَุงุฉً َُููู ْ ู َِู ุงَّููุงุฑِ , َูุณِุชْุฑًุง َُููู ْ ู َِู ุงَّููุงุฑِ ، َِููุฏَุงุกً َُููู ْ ู َِู ุงَّููุงุฑِ . َูุงْูุชُุจْ َُููู ْ ุจِِู ู َِู ุงูุซََّูุงุจِ ุฃَุฌْุฒََُูู َูุฃََْููุฑَُู . َูุซَِّْูู ุจِِู ู ََูุงุฒَُِْูููู ْ ู َِู ุงْูุญَุณََูุงุชِ , َูุงุบِْูุฑْ َُููู ْ ุจِِู ุฌَู ِْูุนَ ุงูุฐُُّْููุจِ َูุงูุณَِّّูุฃุชِ , َูุงุฑَْูุนُْูู ْ ุจِِู ุนِْูุฏََู ุฃَุนَْูู ุงูุฏَّุฑَุฌَุงุชِ , َูุงุฎُُْْูููู ْ ِูู ุฃَْููุงَุฏِِูู ْ َูู َْู ุงْูุชَุณَุจَ ุงَِِْูููู ْ ุจِุงูุตَّุงِูุญَِْูู َูุงูุตَّุงِูุญَุงุชِ . ุงََُّูููู َّ ุจِุญَِّู ุณَِّูุฏَِูุง ู ُุญَู َّุฏٍ َูุขِู ุณَِّูุฏَِูุง ู ُุญَู َّุฏٍ ุฃَْู ูุงَ ุชُุนَุฐِّุจُْูู ْ ِูู ُูุจُْูุฑِِูู ْ . ุงََُّูููู َّ ุงุฌْุนَْู ُูุจُْูุฑَُูู ْ ุฑَْูุถَุฉً ู ِْู ุฑَِูุงุถِ ุงْูุฌََّูุฉِ , َููุงَ ุชَุฌْุนَْู ُูุจُْูุฑَُูู ْ ุญُْูุฑَุฉً ู ِْู ุญَُูุฑِ ุงَّููุงุฑِ . َูุฃَุฏْุฎِِู ุงَُّูููู َّ ุนََูู ุงْูุฌَู ِْูุนِ ِูู ُูุจُْูุฑِِูู ُ ุงูุฑَّْูุญَ َูุงูุฑَّْูุญَุงَู , َูุงُْููุณْุญَุฉَ َูุงูุฑِّุถَْูุงَู , َูุงْูุจِุดَุงุฑَุฉَ َูุงْูุฃَู َุงَู , ุจِุฌَِูุงุฑَِู ِูู ุฑَِْููุนِ ุงْูุฌَِูุงِู , ุงََِّูู َูุฑِْูู ٌ ู ََّูุงٌู ، َูุง ุฑَุญِْูู ُ َูุง ุฑَุญْู ُู , َูุง ุฐَุง ุงْูุฌُْูุฏِ َูุงْูุฅِุญْุณَุงِู , َูุง ู َْู ุงِุฐَุง ุณُุฆَِู ุฃَุนْุทَู َูุงِุฐَุง ุงุณْุชُุนَِْูู ุฃَุนَุงَู . ุงََُّูููู َّ ู َْู ุฃَุญَْْููุชَُู ู َِّูุง َูุฃَุญِِْูู ุนََูู ุงْูุฅِุณْูุงَู ِ َูู َْู ุชَََّْูููุชَُู ู َِّูุง َูุชَََُّููู ุนََูู ุงْูุฅِْูู َุงِู . ุฑَุจََّูุง ุงุบِْูุฑْ ََููุง ََِูููุงِูุฏَِْููุง َูุงุฑْุญَู ُْูู ْ َูู َุง ุฑَุจََّْููุง ุตِุบَุงุฑًุง . ุฑَุจََّูุง ุงุบِْูุฑْ ََููุง َِููุฅِุฎَْูุงَِููุง ุงَّูุฐَِูู ุณَุจََُูููุง ุจِุงْูุฅِْูู َุงِู ََููุง ุชَุฌْุนَْู ِูู ُُูููุจَِูุง ุบًِّูุง َِّููุฐَِูู ุขَู َُููุง ุฑَุจََّูุง ุฅََِّูู ุฑَุกٌُูู ุฑَุญِูู ٌ . ุงََُّูููู َّ ุงุฑْุญَู ْ ุชَุถَุฑُّุนََูุง َูุงุฌْุจُุฑِ ุงِْููุณَุงุฑََูุง , َูุงْูุจَْู ุฏُุนَุงุกََูุง , َูุงุฎْุชِู ْ ุจِุงูุตَّุงِูุญَุงุชِ ุฃَุนْู َุงََููุง َูุฃَุนْู َุงุฑََูุง , َูุนََูู ุงْูุฃِْูู َุงِู َูุงْูุงِุณْูุงَู ِ ุชََََّูููุง َูุฃَْูุชَ ุฑَุงุถٍ ุนََّูุง . ุงََُّูููู َّ ูุงَ ุชُุญَِْููุง ุนََูู ุบََْููุฉٍ َูู َุนْุตَِูุฉٍ , َูุงุฌْุนَْู ุขุฎِุฑَ َููุงَู َِูุง ู َِู ุงูุฏَُّْููุง ุนِْูุฏَ ุงْูุชَِูุงุกِ ุขุฌَุงَِููุง ََْููู ูุงَ ุงَِูู ุงูุงَّ ุงُููู ู ُุญَู َّุฏٌ ุฑَุณُُْูู ุงِููู ุฃَุญَِْููุง ุนَََْูููุง َูุง ุญَُّู , َูุฃَู ِุชَْูุง ุนَََْูููุง َูุง ู ُู ِْูุชُ , َูุงุจْุนَุซَْูุง ุนَََْูููุง َูุง ุจَุงุนِุซُ , َูุงَْููุนَْูุง َูุงุฑَْูุนَْูุง ุจَِูุง َْููู َ ูุงَ ََْูููุนُ ู َุงٌู َููุงَ ุจََُููู ุฅِูุงَّ ู َْู ุฃَุชَู ุงََّููู ุจَِْููุจٍ ุณَِْููู ٍ . ุงََُّูููู َّ ู َุบِْูุฑَุชَُู ุฃَْูุณَุนُ ู ِْู ุฐُُْููุจَِูุง , َูุฑَุญْู َุชَُู ุฃَุฑْุฌَู ุนِْูุฏََูุง ู ِْู ุฃَุนْู َุงَِููุง . َูุตََّููู ุงُููู ุนََูู ุณَِّููุฏَِูุง ู ُุญَู ّุฏٍ َูุนََูู ุขِِููู َูุตَุญْุจِِู َูุณََّููู َ . َูุงْููุญَู ْุฏُ َِِّููู ุฑَุจِّ ุงْูุนَูุงَููู َِْูู . َูุงَِูู ุญَุถْุฑَุฉِ ุงَّููุจِِّู ู ُุญَู َّุฏٍ ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ . ุงََْููุงุชِุญَูุฉ ...


0 Komentar