44. SHOLAWAT ASNAWIYAH

ﻳَﺎ ﺭَﺏِّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠٰﻰ ﺭَﺳُﻮْﻝِ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺳِﺮِّ ﺍﻟْﻌُﻼَ،
ﻭَﺍﻟْﺄَﻧْﺒُﻴَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟْﻤُﺮْﺳَﻠِﻲْﻥَ ﺍﻟْﻐُﺮِّ ﺣَﺘْﻤًﺎ ﺃَﻭَّﻻً *
ﻳَﺎﺭَﺏِّ ﻧَﻮِّﺭْ ﻗَﻠْﺒَﻨَﺎ ﺑِﻨُﻮْﺭِﻗُﺮْﺁﻥٍ ﺟَﻼَ،
ﻭَﺍﻓْﺘَﺢْ ﻟَﻨَﺎ ﺑِﺪَﺭْﺱٍ ﺃَﻭْﻗُﺮَﺀَﺓٍ ﺗُﺮَﺗَّﻼَ *
ﻭَﺍﺭْﺯُﻕْ ﺑِﻔَﻬْﻢِ ﺍﻟْﺄَﻧْﺒِﻴَﺎﺀِ ﻟَﻨَﺎ ﻭَﺍَﻱَّ ﻣَﻦْ ﺗَﻼَ،
ﺛَﺒِّﺖْ ﺑِﻪٖ ﺇِﻳْﻤَﺎﻧَﻨَﺎ ﺩُﻧْﻴًﺎ ﻭَﺍُﺧْﺮً ﻯ ﻛﺎَﻣِﻞَ *
ﺁﻣَﺎﻥْ ﺁﻣﺎﻥ ﺁﻣﺎﻥ ﺁﻣﺎﻥ، ﺇﻧْﺪُﻭْﻧِﺴِﻴَﺎ ﺭَﻳَﺎ ﺁﻣﺎﻥ *
ﺁﻣِﻴْﻦ ﺁﻣﻴﻦ ﺁﻣﻴﻦ ﺁﻣﻴﻦ، ﻳَﺎﺭَﺏِّ ﺭَﺏَّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤْﻴْﻦَ *
ﺁﻣﻴﻦ ﺁﻣﻴﻦ ﺁﻣﻴﻦ ﺁﻣﻴﻦ، ﻭَﻳَﺎ ﻣُﺠِﻴْﺐَ ﺍﻟﺴَّﺎﺋِﻠِﻴْﻦَ *

YAA ROBBI SHOLLI ‘ALAA ROSUULI
MUHAMMADIN SIRRIL ‘ULAA WAL ANBIYAA’ WAL
MURSALIIN AL GHURRI
KHOTMAN AWWALAA YAA ROBBII NAWWIR
QOLBANAA BINURI QURAANIN JALA WAFTAH
LANAA BIDARSIN AW QIROATIN TUROTTALAA
WARZUQ BIFAHMIL ANBIYAA LANAA WA AYYA
MANTALAA TSABIT BIHI IIMANANAA DUNYAN WA
UKHRON KAMILA AMAN AMAN AMAN AMAN
INDONESIA RAYA
AMAN AMIN AMAIN AMIN AMIN YAA ROBBI
ROBBAL ‘ALAMIN AMIN AMIN AMIN AMIN WAYAA
MUJIIBASSAILIIN

Sholawat Asnawiyah merupakan Sholawat gubahan syair karya Kyai Haji Raden Asnawi (KHR. Asnawi) yang terkenal hingga sekarang. Kalau boleh saya katakan bahwa Sholawat Asnawiyah merupakan “Sholawat Nasionalis”, karena kalau kita mau menyimak syair Sholawat tersebut, akan terlihat betapa Kiai Asnawi sangat mencintai Indonesia. Dalam syair tersebut terdapat doa yang khusus untuk Indonesia agar aman. Kiai Raden Asnawi adalah seorang Ulama’ dan Kyai kharismatik terkenal dari Kudus Jawa Tengah salah seorang pendiri organisasi sosial keagamaan Islam terbesar di Indonesia dan bahkan di dunia, yakni Nahdlatul Ulama (NU). NU memang dilahirkan oleh para ulama besar di Tanah Air pada 1926. Peran Kiai Raden Asnawi dalam mendirikan NU selama ini agak dilupakan, padahal beliau termasuk salah seorang tokoh kunci dalam upaya pendirian hingga penyebaran NU di Indonesia. Beliau juga seorang pejuang kemerdekaan yang sangat mencintai negara Indonesia (Indonesia Raya), beliau pernah di penjara Belanda karena membela negara. Jejak perjalanan hidup Kiai Raden Asnawi menunjukkan bahwa beliau adalah seorang tokoh besar Islam yang mencintai negaranya, Ulama’ yang berjiwa nasionalis sejati.

Faedah : Untuk kecerdasan dan keselamatan dunia akherat.

0 komentar:

Posting Komentar