Adab Berdo'a


1. Keikhlasan kepada Allah SWT

2. Memulai dan mengakhiri do’a dengan membaca hamdalah dan shalawat Nabi Saw.
Rasulullah SAW, bersabda : “Doa itu tergantung antara langit dan bumi sampai dibacakan sholawat.”

3. Bersungguh sungguh dalam berdo’a dan yakin doanya akan dikabulkan.

 
4. Mengulang-ulang do’a dan tidak tergesa-gesa minta doanya dikabulkan.

 
5. Menghadirkan hati sewaktu berdo’a.
Abi Hurairah ra meriwayatkan  bahwa Rasulullah Saw bersabda : “berdo’alah kepada Allah dan kamu yakin do’amu akan dikabulkan dan ketahuilah bahwasanya Allah Ta’ala tidak mengabulkan do’a orang yang hatinya lalai.(HR Tirmidzi)

 
6. Berdo’a baik dalam keadaan lapang maupun sempit.

7. Hanya berdo’a kepada Allah semata mata.

8. Tidak berdo’a untuk keburukan  keluarga, harta, anak dan diri sendiri.

9. Merendahkan suara dalam berdo’a, tidak terlalu pelan dan tidak terlalu keras.

10. Mengakui dosa dengan beristighfar (meminta  ampunan) kepada Allah. Mengakui nikmat dan bersyukur kepada Allah terhadap nikmat-NYa.

11. Tidak  membuat kalimat bersajak di dalam berdo’a.
12. Rendah hati, khusyu’, di sertai perasaan berharap dan takut.

13. Mengembalikan apa saja yang diperoleh secara zhalim, diiringi dengan taubat.
14.  Berdo’a tiga kali.
Dari ibnu Mas’ud r.a: “bahwasanya Rasulullah suka berdo’a tiga kali dan beristighfar tiga kali.” (HR Abu Dawud)

15. Menghadap kiblat.

16. Mengangkat tangan ketika berdo’a.
Dari Umar bin Khatthab ra yang berkata,”Rasulullah Saw jika berdo’a mengangkat kedua tangannya dan tidak menurunkan kedua tangannya sanpai beliau mengusapkannya ke wajahnya.” (HR. Tirmidzi)

17. Berwudhu sebelum berdo’a, apabila bisa dilakukan dengan mudah.

18. Jangan sampai berlebih-lebihan dalam berdo’a.
19. Hendaklah memulai berdo’a untuk diri sendiri, apabila hendak mendo’akan orang lain.

“Ya Allah Rabb kami beri ampunlah aku dan kedua bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab “ (QS Ibrohim : 41)
 
“Ya Robku, ampunilah aku, ibu bapakku, orang orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang orang yang beriman laki laki dan perempuan “ (QS Nuh : 28 )
20. Bertawasul kepada Allah dengan nama nama-Nya yang indah dan sifat sifat-Nya Yang Maha Tinggi dengan amal sholih yang pernah di lakukan, atau dengan perantaraan do’a orang sholih yang masih hidup dan berada di hadapannya.

21. Hendaklah makanan dan pakaian orang yang berdo’a itu halal.
Tidak berdo’a, meminta sesuatu yang mengandung dosa atau permutusan hubungan silaturrahim.
“Tidaklah seorang muslim berdo’a kepada Allah dengan permintaan yang di dalamnya tidak terdapat dosa atau permutusan silaturrahim kecuali Allah pasti memberikan kepadanya, karena do’a itu salah satu dari tiga hal : Bisa jadi Allah segera mengabulkan do’anya itu, atau Dia menyimpan do’a untuknya di akhirat atau Dia menghindarkannya dari keburukan yang sebanding dengan do’anya Para sahabat berkata : jika demikian kami akan memperbanyak do’a. Beliau bersabda : Allah lebih banyak lagi pemberiannya.”(HR At Tirmidzi 5/566 dan 5/462, Ahmad 3/18)

22. Hendaklah melakukan amar ma’ruf nahi munkar.

23. Menjauhkan diri dari seluruh perbuatan maksiat.
Ya Allah kabulkanlah do’a kami, sesungguhnya Engkau Maha mengabulkan do’a.

0 komentar:

Posting Komentar